Ma City

A. Budaya

Flower City a.k.a Kota Bunga, gak asing kan di telinga kita? Ya, itu adalah Kota Malang. Kota yang kaya akan budaya, makanan khas, dan tempat – tempat wisata. Aku lahir, tumbuh berkembang, sekolah, kuliah dan belajar dance di Malang. Nah, kali ini aku ingin ngulas soal budaya yang ada di Malang. Yup, yup! Jeng jeng jeng, Tari… Topeng… Malang… . Tari Topeng Malang pertunjukan kesenian tari dimana semua pemerannya menggunakan topeng.

 

Gambar: Tari Topeng Malangan

            Tari Topeng identik dengan tradisonal, tapi baru – baru ini tepatnya di tahun 2015 sekelompok dancer dari Kota Malang mengusung konsep dance modern digabungkan dengan Tari Topeng Malang. Gabungan komunitas dance crew yang ada di Malang itu terdiri dari member D’Bronisth Famz, XCalibur dan masih banyak lagi serta menamakan diri mereka sebagai Flower City Dance Crew (FCDC). Founder FCDC sendiri adalah ketua dari D’Bronisth Famz, Philip Denfil Dethan a.k.a Kak Dede. Mereka menunjukkan kebolehan dancer Malang yang dikolaborasikan dengan Tari Topeng di Balai Sarbini, Jakarta. Gak keren gimana coba daerahku ini? Udah punya dancer berbakat yang masih cinta dan muter otak agar budayanya masih dikenal oleh seluruh generasi.

 

Gambar: Flower City Dance Crew (FCDC) pada Mega Crew Dance Competition 2015 di Balai Sarbini, Jakarta

            Malang juga punya batik khas lo. Namanya Batik Malangan. Batik ini hampir sama dengan batik pada umumnya, hanya yang membedakannya adalah motif atau pola. Motif Batik Malangan menampilkan ciri khas tersendiri salah satu yang paling terkenal adalah motif teratai, melambangkan keindahan alam serta kesuburan. Motif motif lainnya yang populer diantaranya sulur-sulur, mahkota, rumbai singa (sesuai karakter singa, simbol kebanggaan Kota Malang), atau juga gambar Tugu Malang.

 

Gambar: Motif pada Batik Malang

            Ada juga nih kerajinan dari Malang, salah satunya adalah kerajinan keramik yang terletak di Dinoyo. Sentra kerajinan ini berdiri sejak 1957 –bahkan kedua orang tua saya masih belum lahir-. Kerajinan keramik ini banyak variasinya, mulai dari vas, gelas, hiasan dinding hingga macam – macam souvenir. Bahkan, keramik buatan Dinoyo ini udah di ekspor ke beberapa negara di Asia, missal nih ke Filipina, Cina, Singapura, Malaysia dan negara – negara lain. So, what u waiting for? Buruan diborong~~~

 

Gambar: Kerajinan keramik yang ada di Dinoyo, Malang

B. Makanan

Habis ngomongin budaya, giliran makanan nih yang sekarang akan aku bahas. Jika kalian ke sini, kalian dengan mudah akan mendapatkan makanan yang enak di lidah, kenyang di perut dengan harga yang terjangkau. Tak diragukan lagi, Bakso Malang adalah makanan khas yang berasal dari Malang. Di sepanjang jalan kalian akan berjumpa dengan makanan yang satu ini. Perbedaan Bakso Malang dengan bakso yang ada di daerah lain adalah, Bakso Malang variasi isinya banyak banget. Ada siomay, tahu goreng, tahu putih, mie dan masih banyak lagi.ada lagi, kenapa berbeda? Karena bakso atau bulatan daging giling yang ada di Malang itu ada berbagai macam isi. Jika kalian pernah ke Bakso Cak Kar, kalian akan menjumpai bakso dengan isi keju, bakso mercon yang isinya adalah cabai. Bakso sumsum juga ada, lalu bakso yang ada isi telur puyuh, pokoknya banyak banget deh bakso yang ada di Malang

 

Gambar: Bakso Malang

          Tak lupa nih, ada kripik tempe. Semula, tempe yang hanya digoreng atau dicampurkan di sayuran kini diolah menjadi kripik. Kripik tempe ini rasanya gak hanya asin lo, rasanya ada yang balado, keju, barbeque dan banyak lagi. Jika ingin mencicipi enaknya kripik tempe, kunjungi saja tempat produksinya yang ada di Sanan. Dijamin bakal ketagihan deh.

 

Gambar: Keripik Tempe

           Ada lagi…. Brownies tempe! Siapa bilang tempe gak bisa dibuat olahan kue? Buktinya di Malang bisa kok, hehe. Dari namanya saja pasti sudah tahu toh bahan dasarnya. Ya, benar sekali. Bahan dasarnya adalah tempe. Cara pembuatannya sama kayak brownies pada umumnya, hanya saja yang unik dari brownies ini adalah tambahan tempe sebagai bahan utamanya. Ngiler? Kunjungi toko oleh – oleh terdekat, dan beli sebanyak – banyaknya!

 

Gambar: Brownies Tempe

C. Ciri Khas

“Halo ker? Piye kabare? Kipa –kipa wae toh?” Pernah denger atau ngucapin kata – kata ini? Ini adalah dialeg khas nya arek – arek Malang (AREMA). Antar orang Malang tentulah sering ngomong pake Boso Walikan (Bahasa Kebalikan). Namanya saja Boso Walikan, yang pasti cara pengucapannya dari belakang. Kalau ada orang luar Malang diajakin ngomong pakai bahasa khas nya anak Malang, dijamin dia bakal kebingungan hahaha.

Contoh dari Boso Walikan nih :

  • Sam (mas)
  • Orip? (Piro/Berapa)
  • Oyi (Iyo/Iya)
  • Nawaknawak (kawan – kawan)
  • Nakam (makan)
  • Ongis Nade (Singo Edan)
  • Kadit (tidak), dll

No Responses to “Ma City”

Leave a Reply